Laman

Postingan
Komentar

BELAJARLAH, MAKA KAU AKAN TAHU DIMANA KEKURANGANMU!!!
topsukses68.tukerlink@blogger.com

jokosusilo

Kamis, Januari 12, 2012

Del Monte, Del Monte, This Is Not My Day!


bannerkontes bannerkontesDua hari yang lalu aku terpaksa belanja disebuah Mini Market. Kenapa aku bilang “terpaksa”? Karena biasanya aku berbelanja bulanan ke Super Market. Disamping nyaman atmosfirnya, juga asyik untuk memilih belanjaan. Apa pun di Super Market tersedia. Lengkap. Sandang, pangan dan papan. Tapi karena aku gak belanja bulanan cuma perlu mencari satu item aja jadi cukuplah aku ke Mini Market yang gak jauh dari rumahku. Disini aku mengalami tiga hal yang bikin hati dongkol bin mangkel. Ketika mendorong pintu Mini Market terlihat pemandangan yang gak bikin nyaman mata memandang.  Karena semalam turun hujan menyebabkan tanah lembab dan tanah-tanah pun ikut terangkut di sandal atau sepatu para pembeli. Rupanya inilah sebabnya kenapa pemandangan jadi gak oke punya. Bayangkan ketika melangkah masuk MM di depan meja mesin kasir, berjejer karton-karton. Meliuk-liuk menutupi lantai. Berkelok-kelok tak beraturan menyusup ke koridor antar rak-rak yang berdiri dengan pongah mengundang mata pembeli.

Karton-karton yang diatur seenaknya itu bikin langkah tersendat. Gimana gak? Besar-kecil karton yang tidak sama dan diatur secara serampangan saling menumpuk menyebabkan permukaannya tidak rata. Bikin sepet mata memandang dan langkah pun ketika plirak plirik kiri kanan ke rak berbagai item harus extra hati-hati. Kalo gak bisa-bisa tersandung dan tahu sendiri akibatnya – terjerembab diatas karton-karton jelek itu. Ini ketidak-nyamananku yang ke-satu. Walaupun gak nyaman aku terpaksa meneruskan langkah perlahan dengan gaya moon-walk-nya Michael Jackson, qiqiqiqiqiiii…. Perlahan tapi pasti sampai juga aku ketempat barang yang aku cari. Biasanya si Del Monte bertengger diantara berbagai merek tomato-sauce dan chili sauce dari berbagai merek.  Tapi ini koq gak ada ya? Setelah mengadakan aksi clingak-clinguk aku lihat kebetulan ada pramuniaga tidak jauh dari tempatku berdiri.

“Mas, mas, saus Del Monte habis ya?”
Liat aja Bu di dekat saus-saus itu!”, jawabnya acuh tak acuh sambil memonyongkan mulutnya menunjuk kearah rak di dekatku. Kurang asem, pikirku dalam hati. Kurang-ajar and gak sopan amat sih nih pramuniaga. Ditanya baek-baek koq jawabnya pake mulut dimongongin segala. Huuuh…gemes aku!.

“Gak ada, Mas”, kataku mulai kesal.

Dengan menghentakkan kakinya si Mas berdiri. Aku tahu memang dia tengah membereskan item-item yang mungkin baru datang. Tapi bukan berarti dia boleh seenanknya bersikap seperti itu donk. Aku kan jelek-jelek juga pembeli. Dan pembeli itu kan raja yang harus dilayani dengan baik, hehehehehe…….. Iya kan?
Tangan si Mas sibuk memilah-milih sambil menyingkirkan botol demi botol saus untuk memastikan bahwa kata-kataku benar – si del Monte memang gak bertengger disitu.

“Saya perlu 10 botol saus tomat dan 3 botol saus sambel-nya”, kataku tanpa peduli wajahnya masih kelihatan kesal. Emang gue pikirin?

 Tiba-tiba dia meneriakkan nama seorang rekannya yang (mungkin) sedang berada di dalam.gudang.
.
“Masih ada gak sih stok Del Monte?” Aneh ni orang, pikirku.

“Banyak. Tuh baru datang”, suara dari dalam terdengar meyakinkan.

 Aku sabar menunggu. Ketika dua box dikeluarkan dari dalam dengan cepat tanganku meng-grab 10 botol  saus tomat dan 3 botol saus sambal. Aku masukkan ke dalam keranjang dengan sedikit bantingan. (Untung gak pecah, hehehe....) Keranjang belanja yang agak berat itu tidak aku jinjing tapi aku dorong dengan kaki hingga sampai di depan meja kasir. Si Mas melongo memandang tingkahku yang kesal atas sikapnya. Emang gue pikirin. Yang penting si del Monte sudah ku dapat dan dalam bayangan kerja keras menunggu nih --  sebab aku tidak boleh mengecewakan tetanggaku yang memesan tiga loyang lasagna ala Bunda Yati Rachmat. Sayangnya karena aku terlalu kesal udah males deh menoleh lagi untuk lihat nama di dada si Mas itu. Untuk apa juga aku peduli! Biarlah Allah yang membalas sikapnya yang kurang sopan. Ini ketidak-nyamananku yang kedua.

Di depan meja kasir dengan sedikit menghela napas aku angkat keranjang belanja. Wuih, berat juga ya! Kuletakkan di atas meja kasir. Karena harga kedua macam saus itu ternyata sama, si Mbak hanya cukup mengangkat satu botol  untuk disorot mesin barcode. Aktivitas selanjutnya dengan lincah tangannya bermain diatas toets keyboard dan muncul jumlah harga di monitor. Sesederhana itu.  Botol-botol kini berpindah kedalam sebuah kantong plastik warna oranye. Transaksi selesai!

“Mbak, tolong plastiknya di dobel ya?” pintaku sebelum mengangkat belanjaanku.

“Plastiknya tebal, Bu. Nggak akan jebol koq”, jawab si Mbak, sang Kasir.

“Saya ini gak naik mobil pribadi, tapi naik ojek. Jadi tolong di dobel plastiknya !”, kataku sedikit kesal.

Si Kasir acuh tak acuh dan terus melayani pelanggan lain. Kurang asem.

“Mbak! Tolong plastik nya.  Saya bayar deh berapa sih harga 1 lembar plastik? Rp. 500? Rp. 1,000?” Kataku dengan agak sewot. 

"Iya, mbak di dobel tuh plastiknya", ibu-ibu lain disebelahku ikut mendukung.

Kasir memberikan plastik kepadaku dengan menyodorkannya tanpa melihat mukaku. Kurang asem. Dibantu pelanggan disebelahku, aku masukkan belanjaanku ke dalam plastik ekstra ini.

Ya ampun, koq gini sih pelayananannya di Mini Market ini. Gak lagi-lagi deh aku belanja disini. Sumpah! Lebih baik cari di pasar tradisionil aja kallleee. Aku mengumpat dalam hati. Senyum kecutku berganti dengan senyum cerah mengingat uang hasil jerih payahku membuat  lasagna pesanan jumlahnya? Woooww…..lumayan. 

Note: Aku tahu dan mengerti betapa sibuknya melayani begitu banyak pelanggan seorang diri dibelakang meja kasir. Tapi itu sudah menjadi tanggung-jawab dari pramuniaga/wati untuk berdedikasi tinggi dalam bertugas. Ya kalo gak mau repot dan gak mau capek, minta keluar aja dari Mini Market. Tidur dirumah ampe lemes! Inget donk akan bunyi sebuah moto: tanpa kerja keras kita tidak akan mencapai apa-apa!


Artikel ini diikutsertakan dalam Kontes Cerita Unik Belanja di BloggerPemula.Com





Jumat, Januari 07, 2011

KATA KUNCI: PENENTU KESUKSESAN ANDA


Aku kan udah bilang bahwa aku harus berbenah diri. Diatas aku pinjam "Kata Kunci Penentu Kesuksesan Anda" judul artikel Mas JokoSusilo (tanpa izin, hehehehe....) Tapi yakin pemiliknya merestui pemakaian judul artikelnya yang (kalo gak salah) udah lama banget tuh.

Minggu, Desember 26, 2010

BERBENAH DIRI ITU AWAL DARI FOKUS



Dalam bisnis online ini memang fokus sangat diperlukan. Kalo seorang pegawai kantoran (sekretaris atau administrative assistant, misalnya) kalo cutinya lama dan tugasnya gak ada yang gantiin, pastilah dia akan melihat tumpukan surat-menyurat yang menggunung dimejanya. Nah, gimana caranya mengatasi biar gak semrawut kayak gitu and pengen liat meja clean abis dan surat2 tertata apik sesuai subjek atau apalah namanya. Jangan bingung!! Grap seluruh kertas2 itu. Kumpulkan jadi satu. Raup aja jadi satu (hehehehe........kayak JokoSusilo ngeraup duit dari bisnis online-nya yang sukses, xixixixii..). Abis itu? Apa lagi ya? Ya yang pasti tarik kursi dan duduk dengan tenang. Mulai deh baca satu persatu surat2 itu dari atas kebawah (jangan dibalik, ntar jadi malahan kacau balau and kepala jadi mumet). Lho3x apa sih hubungannya pekerjaan sekretaris koq ya dihubung-hubungkan dengan bisnis online sih! Jadi aku yang mumet nih (kata yang baca artikel ini, hehehehe....).

Jumat, Desember 24, 2010

JOKOSUSILO - JURU SELAMATKU

Wah! Kemana aja aku selama ini? Kenapa aku abaikan Ruang Bisnis Online-ku? Kenapa aku begitu lama absen dari ruang yang menyebabkan aku berada disini? Di dunia maya dengan segala kebolehanku (walaupun yang paling minim, hehehehe...). Jenuh alias bosan? Malas Action? Putus asa? Itu a.l. pertanyaan yang muncul dalam benakku ketika aku baca artikel Pengelola Formulabisnis ini yang berjudul "Bertumbuh Dalam Action". Maaf ya Mas Joko without your prior permission aku meng- copy baris2 dalam artikel Mas Joko yang menyengat hatiku:

Jumat, Oktober 01, 2010

Expression of thanks to Master of Internet Marketing, Joko Susilo.

Tulisan ini saya buat khusus untuk Pakar Internet Marketing dari Formulabisnis yaitu Mas Joko Susilo, sebagai suatu "expression of thanks".

Terus terang walau selama ini saya udah absen sebagai Reseller, tapi bukan berarti sa
ya mengundurkan diri -- cuma aja sementara ini saya lagi gandrung mengikuti group2 atau forum2 yang berbahasa Inggris. Seneng banget bisa ada yang tertarik untuk menjadi murid online. Oops, gratis lho! And I really have fun with it. Semua berawal karena saya adalah Reseller Formulabisnis. Ah, indahnya hidup berbagi.

Mas Joko, terima kasih karena udah membawa saya ke jalur-jalur Facebook, Blogger, dan beberapa forum yang lain. Semua itu berkat saya menjadi member Formulabisnis dengan URL yang Mas Joko berikan yaitu: http/www.formulabisnis.com/?id=cancerina. Saya ulangi ya Mas Joko, Mas lho yang push saya untuk jadi member FB, juga member di Blogger.com, maksudnya untuk mempromosikan URL saya. Alhasil, teman facebook saya makin lama makin bertambah. Saya tenggelam didalamnya. Lupa pada tugas semula -- Reseller Formulabisnis. Frankly speaking, saya mendapat ilmu yang segudang karena jadi member Formulabisnis. Tadinya NOL pengalaman "ngenet" jadi "addicted ngenet", hehehehe... Formulabisnis telah memberikan saya "ilmu" yang tidak bisa dinilai dengan uang. Kedua telapak tanganku masih menggenggam cahaya yang akan aku rengkuh.

Jadi maaf sekali Mas Joko, saya belum mulai lagi untuk mempromosikan Formulabisnis dan MrAction-nya yang spektakuler itu. Tapi percayalah one day I will start again to be an active member to grab my dream.

Minggu, Juli 11, 2010

THANKS TO FORMULABISNIS



Frankly speaking I am not a successfull -- not -- at least until the present date. But I am sure I will reach this goal in the forthcoming days, months or even years. I will never stop being a member of Formulabisnis. Formulabisnis is a spectacular forum
on online business, which, I assigned in about March 2009. I have started to join this forum with the BIG ZERO experience on any online business. My immaturity in online business had never stopped me from reaching, trying and grabbing any new knowledge about it. I understand that I still on the lowest step of success, but never mind -- I don't care. What I care is how to dig more and more knowledge on online business. One thing that I have to express my thank to Formulabisnis is -- ever since I joined it -- I have more than three hundres new Facebook friends -- Some of them have become my real friends. What a life surrounding by so many friends -- eventhough -- through online.

My suggestion: Be a member of Formulabisnis then you will see that you will become a happy human-being. Don't waste your time. Start rightaway.

Rabu, Juni 30, 2010

I'LL BE THERE SO FAR............


Aku sekarang sedang gandrung mengikuti link tentang bahasa Inggris. Gimana gak? Bahasa Inggris itu sangat menyenangkan walaupun aku gak begitu menguasai. Tapi cukuplah untuk mengerti dan dimengerti.

Ada yang bilang bahwa bahasa Inggris juga bisa jadi sumber uang secara online, tapi gimana caranya aku lom bisa ngebayangin. Masih ngambang dan masih me-raba-raba dalam gelap.

Tentang Formulabisnis yang melejitkan aku hingga aku exist sampai sekarang di dunia online tetap aku jalani. Aku udah kadung jatuh cinta sama Formulabisnis. Aku tetap menjalankan promosi ini secara online, sementara yang GRATIS dulu, heheheheee.... Bukan aku gak mampu untuk yang berbayar tapi belum
sreg" aja untuk melakukan yang berbayar seperti pada tahun pertama aku lakukan.

Nah, aku sudah merasa terikat erat dengan Formulabisnis karena Formulabisnis udah bikin aku "pinter" di dunia maya, banyak teman, banyak tambahan pengetahuan dan............... Insya Allah akan banyak penghasilan dari Formulabisnis. Amin. YRA.